A. Pengertian Teknologi Informasi
Teknologi adalah
sistem atau alat yang digunakan untuk pengolahan data agar dapat tercapai
tujuan tertentu, sedangkan informasi sendiri adalah data hasil pengolahan
sistem informasi yang bermanfaat bagi penggunanya jadi Teknologi
informasi adalah sarana yang digunakan dalam pengolahan laporan dengan
mendayagunakan keahlian (braiware), penggerak lunak (software),
perangkat keras (hardware) yang dioperasikan dengan prosedur tertentu.
(Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).
B. Penerapan Teknologi Informasi
Teknologi yang
digunakan adalah teknologi komputer, komunikasi, dan teknologi apapun yang
dapat memberikan nilai tambah untuk organisasi. Teknologi informasi dapat
diterapkan di internal atau eksternal organisasi. Internal organisasi dapat
diterapkan di fungsi-fungsi organisasi dan ditingkatan-tingkatan manajemen.
Dalam organisasi bisnis fungsi organisasi misalnya: fungsi akuntansi,
pemasaran, sumber daya manusia, produksi dan keuangan.
Teknologi informasi
juga diterapkan ditingkatan manajemen bawah, menengah dan atas. Teknologi
informasi yang diletakkan ditingkat manajer bawah disebut Transaction
Processing System (TPS) danProces Control System (PCS).
Untuk manajer menengah dan atas misalnya: sistem penunjang keputusan, sistem
pakar, sistem ekonomi geografis, jaringan neural buatan, sistem informasi
ekskutif dan sebagainya.
Teknologi informasi
yang diterapkan secara eksternal merupakan sistem teknologi informasi internal
yang ditarik keluar organisasi menggunakan teknologi telekomunikasi. Tujuannya
untuk menjangkau pihak eksternal perusahaan dengan lebih efektif. Teknologi
informasi yang dihubungkan dengan organisasi lainnya diluar perusahaan
dimaksudkan untuk pertukaran dokumen secara elektronik, menarik sistem teknologi
informasi keluar sehinnga menjangkau langsung secara efektif pemasok dan
pelanggan perusahaan. Dimaksudkan supaya perusahaan dapat memenangkan
persaingan. Teknologi informasi merupakan alat yang memungkinkan menciptakan
keunggulan kompetisi. Banyak teknologi informasi secara teknis bagus, tetapi
gagal dalam penerapannya, karena adanya politik informasi. Contoh: keengganan
berubah menggunakan sistem teknologi informasi yang baru karena sistem ini
menurunkan kekuasaan atau kesempatan seseorang yang menyebabkan orang
bersangkutan menolak teknologi informasi.
C. Perkembangan Teknologi Informasi
Dimulai pada tahun
1964 yaitu MT/ST (Magnetic Type/Selectrik Type) writer, yaitu mesin
ketik elektronik yang dapat merekam kepita magnetic dan merupakan awal dari
aplikasi pengolahan kata yang sederhana jika dibandingkan dengan aplikasi
pengolahan kata sekarang.
Perkembangan
selanjutnya tidak terlepas dari perkembangan sistem komputer. Pada era komputer
pertama, aplikasi yang banyak dilakukan adalah aplikasi teknik yang
dimaksudkan sebagai alat untuk menghitung. Komputer mulai digunakan untuk
aplikasi bisnis yang merupakan tonggak awal sistem teknologi informasi.
Aplikasi bisnis ini masih merupakan aplikasi untuk sistem pengolahan transaksi.
Digunakan untuk merekam data aplikasi bisnis ke dalam basis data yang
selanjutnya dapat dihasilkan laporan-laporan operasi bisnis, berupa informasi
pencatatan nilai untuk manajemen level bawah.
Informasi untuk
manajer menengah lebih bersifat informasi pengarahan perhatian yang sangat
berguna untuk manajer menengah mengarahkan perhatiannya pada sesuatu yang
menyimpang. Informasi untuk manajer atas lebih bersifat informasi pemecahan
masalah.
Awal tahun 1970-an,
teknologi juga mulai digunakan diproses produksi. Teknologi ini adalah
teknologi komputer dan robot untuk mengendalikan proses produksi supaya efisien
dan efektif. Efisien karena menggantikan tenaga manusia dengan teknologi dan
efektif karena lebih tepat dan dapat diandalkan daripada manusia.
Tahun 1980-an sistem
penunjang keputusan banyak diterapkan untuk manajemen tingkat menengah dan
merupakan sistem interaktif untuk mendukung keputusan setengah tersetruktur.
Aplikasi lain adalah kelompok sistem pakar yang mengandalkan basis pengetahuan.
Pada Tahun itu juga diwarnai dengan perkembangan sistem otomatisasi kantor,
yang memberikan fasilitas pengolahan kata, dokumen, penjadwalan, komunikasi dan
kolaborasi antar manajer di dalam organisasi melalui jaringan internet.
Dan menyediakan fasilitas komunikasi lewat email maupun chart.
Awal tahun 1990-an
dimulai sistem informasi ekskutif yang diperlukan oleh ekskutif puncak karena
persaingan bisnis yang lebih tajam dan menuntut ekskutif didukung oleh sistem
teknologi infomasi yang interaktif, mudah digunakan dan mempunyai fasilitas Drill
Down (dapat menggali ke data sedetil mungkin). Dengan adanya
persaingan bisnis, efisiensi dan efektifitas saja tidak cukup. Perusahaan harus
dapat memenangkan persaingan lewat keunggulan kompetisi dengan sistem informasi
strateji. Sistem ini didefinisikan sebagai sistem teknologi informasi apapun
dan ditingkat manapun di dalam organisasi yang dapat memberikan keuntungan
stratejik.
Pertengahan 1990-an
mulai digunakan geographic Information system (disk) yang
merupakan sistem teknologi informasi yang menggunakan tampilan peta geografis.
Perkembangan terakhir dari teknologi informasi adalah dengan dikembangkannya
jaringan syaraf (neural) buatan atau artificialneural network (ANN),
merupakan sistem tejknologi informasi yang mencoba meniru kerja dari jaringan syaraf
otak. ANN mempunyai kelebihan proses belajar seperti halnya otak, sehingga
proses yang sama selanjutnya akan dilakukan dengan lebih baik.
D. Peran Organisasi Sistem Teknologi Informasi
Perkembangan peran
organisasi sistem teknologi informasi dapat dikelompokkan ke dalam 5 era,
yaitu:
1. Era akuntansi
Dimulai awal
1950-1960an, disebut dengan era akuntansi karena fokus dari aplikasinya.
Seperti aplikasi penggajian, piutang dagang, kas, dan lainnya. Metode pemasukan
datanya masih menggunakan sistem Batch, yaitu input dikumpulkan untuk satu
periode tertentu terlebih dahulu baru kemudian bersama-sama dimasukkan ke
sistem teknologi informasi. Staff sistem teknologi informasi lebih banyak
mengimplementasikan dan mengoperasikan aplikasi akuntansi.
2. Era operasional
Dimulai pertengahan
1960-1970-an, disebut era operasional karena aplikasi sistem teknologi ini
tidak hanya untuk akuntansi, tetapi untuk aplikasi operasi yang lainnya seperti
untuk pengendalian persediaan dan penjadwalan produksi. Metode pemasukan
datanya sudah mengarah ke sistem On-line. Peranan staff sistem teknologi
informasi masih sama, yaitu lebih banyak mengimplementasikan dan mengoperasikan
aplikasi akuntansi dan operasionalnya.
3. Era informasi
Dimulai dari akhir
tahun 1970-1980-an, disebut dengan era informasi karena aplikasi sistem
teknologi informasi tidak hanya untuk akuntansi dan operasional saja, tetapi
sudah digunakan sebagai informasi pengambilan keputusan oleh manajemen. Metode
pemasukan datanya secara sistem On-line. Peranan staff sistem teknologi
informasi sudah berkembang, yaitu selain mengembangkan, mengimplementasikan dan
mengoperasikan aplikasi-aplikasi sistem teknologi informasi, juga mendukung dan
membantu pengembangan sistem oleh pemakai sistem.
4. Era jejaring
Dimulai dari
pertengahan 1980-an disebut dengan era jejaring karena perusahaan sudah
dihubungkan dengan jaringan sistem teknologi informasi untuk keperluan
keuntungan stratejik.
5. Era jejaring global
Dimulai dari
pertengahan tahun 1990-an, disebut era jejaring global karena perusahaan sudah
dihubungkan dengan jaringan sistem teknologi informasi secara global dengan
teknologi telekomunikasi melalui internet.
E. Peranan Manusia dalam Teknologi Informasi
Manusia merupakan
salah satu komponen Teknologi Informasi yang sangat penting. Perkembangan
teknologi informasi tergantung pada kemampuan manusia yang terlibat secara
langsung ataupun tidak langsung, misalnya sebagai pengambil keputusan. Sehingga
pengguna harus memiliki kualitas dan kemampuan yang kompeten dibidangnya.
Contoh
Penerapan Teknologi Informasi Pada Perusahaan PT.Harian Surya
Harian
Surya menggunakan sistem komputer dalam pengolahan data keuangan dan
penyimpanan data-data yang akan diolah menjadi sebuah berita. Dengan adanya
sistem komputerisasi, sangat membantu keefektifan dan keefisiensian kinerja
perusahaan. Komunikasi antar karyawan atau divisi sangat penting bagi sebuah
perusahaan, agar berjalan dengan lancar dibutuhkan suatu alat yang menunjang
untuk komunikasi tersebut, alat yang digunakan seperti: telepon, email,
website, chart dan lain-lain. Tanpa adanya komunikasi informasi tidak dapat
tersampaikan dengan baik, dan akan terjadi banyak kesalahpahaman nantinya.
Perusahaan sedang mendayagunakan teknologi informasi baru yaitu Layout Online dimana wartawan
dapat langsung menuliskan hasil penelusuran beritanya. Dengan teknologi
informasi tersebut sangat mempermudah dan mempercepat proses produksi, karena
hanya memerlukan proses editing penulisan saja. Sehingga dapat meningkatkan hasil
produksi dan meningkatkan penjualan, otomatis meningkatkan keuntungan
perusahaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar